Sunmori dengan Vulcan Riders Indonesia menikmati Pagi Hari Tangerang& Hidangan pinggir sungai Cisadane

Posted By: Adm Sys In: Events Bendigo On: Comment: 0 Hit: 691

Buat kita Bikers yang sering  sunmori (Sunday morning ride) biasanya riding menikmati pagi hari yang lengang secara hari minggu dan juga kulineran ya pastinya. Kalo sarapan di resto fastfood pastinya udah biasa banget dong dan mainstream juga. Atau sekedai ngopi-ngopi di kedai kopi franchise itu sih udah biasa banget ya Bro n Sis. Kali ini kita bareng Vulcan Riders Indonesia mau nyobain suasana yang beda nih Bro n Sis. Tak banyak yang bisa menghadiri sunmori kali ini, hanya beberapa orang saja. Ada yang berasal dari Tangerang,Jakarta dan juga Cibubur. Meeting point sunmori kali ini di MCD Alam Sutera Serpong. Disini kita menyempatkan sarapan atau sekedar menyeruput kopi sembari menunggu anggota dari VRI yang belum datang. Rute sunmori kali ini berawal Gading Serpong,Legok dan menuju arah BSD dan berakhir di tempat tujuan kami yaitu Warung Cere ibu Kartini yang berada di Cisauk. Tempatnya sangat khas yaitu Lesehan bambu. Disekitar warung cukup asri karena masih banyak pepohonan. Jarak warung hanya beberapa meter dari kali Cisadane.

 

 

Ohya Bro&sis rute yang kita lewatin ini jalannya kecil dan menanjak, kondisi jalan juga kurang bagis, jalan tanah yang tidak rata. Harus hati-hati pastinya dan ini menjadi sensasi tersendiri buat kita yang ada juga penggunaa KTM 1290 Adventure,HD,KTM390 ,Goldwing sensasi riding kali ini mantappp.. kira-kira seratus meter setelah memasuki jalan ini akan terlihat bangunan dari bambu beratapkan jerami, itu dia warungnya. Warung sederhana ini ternyata lumayan besar, tempat makannya model lesehan. Kanan-kiri dan belakang warung ini kebun singkong dan macam-macam, di depannya halaman cukup luas hanya beberapa meter dari sungai besar Cisadane.

Lokasi warung makan yang letaknya tersembunyi tak menjadi halangan bagi pelanggan. Warung ini selalu ramai didatangi oleh pengunjung, baik yang bawa mobil, motor, bahkan sampai sepeda pun ada. Biasanya mulai didatangi pengunjung sekitar pukul 9 pagi.  Karena letaknya yang sangat dekat dengan sungai Cisadane, maka ikan-ikan yang disajikan di warung makan ini semua berasal dari para pemancing atau nelayan di sungai cisadane. Semua ikan disini segar, jadi rasanyapun lebih nikmat karena langsung dari sungai Cisadane. Jika Sungai Cisadane tsedang berbaik hati, maka para pemancing dan nelayan akan diberkahi dengan limpahan tangkapan aneka ikan kecil, seperti cere, tawes, dan payar. Tangkapan ikan gurami besar, gabus, dan nila juga meruah. Dan akan berdampak untuk warung Bu Kartini. Ikan-ikan kecil sejenis cere dimasak dengan cara sederhana, hanya dengan bumbu garam. Ikan yang berukuran besar biasanya dimasak dengan cara digoreng, dipepes, atau dipecak.

Sajian khas warung Bu Kartini

Pelayan biasanya hanya bertanya tentang jumlah pelanggan lalu pergi menyibukkan diri di dapur. Jika ikan sudah matang, aneka jenis ikan dalam porsi sesuai jumlah pelanggan akan segera disajikan dalam satu piring. Ketersediaan menu lain, seperti pecak ikan, pecak belut, sayur asem, atau gorengan.

Warung cere Bu Kartini juga kerap kali disambangi oleh pesepeda, kebetulan kami bertemu dengan beberapa orang pesepeda.

Para pesepeda yang sedang menikmati santap siang

Inge Widjaja kali ini ditemani salah satu Lady Biker yang ikut dalam sunmori bersama VMI

Bagi Bro and Sister yang mau sunmori sambil menikmati udara yang masih cukup sejuk cobain deh ke warung Bu Kartini di Cisauk ini.  Tempatnya terbuka, kalau pagi udaranya masih sejuk, kalau siang angin akan berhembus semilir membuat kita betah duduk berlama lama disini. Selamat berburu kuliner Bro and Sister. Challenge Your Passion!

Comments

Leave your comment